Cara Menghilangkan Bau dan Gatal pada Miss V atau Daerah Kewanitaan

Pada artikel sebelumnya kita sudah membahas mengenai Penyebab Kista Pada Wanita dan Cara Penyembuhannya, dan pada kali ini kita akan membahas tentang Cara Menghilangkan Bau dan Gatal pada Miss V atau Daerah Kewanitaan, mari simak berikut ini.

Cara Menghilangkan Bau dan Gatal pada Miss V atau Daerah Kewanitaan

Cara Menghilangkan Bau dan Gatal pada Miss V atau Daerah Kewanitaan

Gatal pada daerah kewanitaan dapat dirasakan oleh semua wanita, baik tua maupun muda. Biasanya rasa gatal dapat hilang dengan sendirinya. Namun jika rasa gatal berlangsung dalam jangka waktu lama dan diikuti dengan timbulnya bau dari miss V, maka hal tersebut patut diwaspadai.
Berikut sedikit penjelasan mengenai gatal dan bau pada daerah kewanitaan.

Penyebab Gatal dan Bau Pada Daerah Kewanitaan

Penyebab Gatal dan Bau Pada Daerah Kewanitaan

REKOMENDASI : Cara Menghilangkan Bau dan Gatal pada Miss V atau Daerah Kewanitaan dengan Ladyfem dan TDM.

Timbulnya rasa gatal dan bau pada daerah kewanitaan dapat terjadi karena berbagai macam penyebab. Penyebab yang umumnya terjadi antara lain:

Adanya kontak dengan bahan kimia

Rasa gatal yang timbul pada daerah kewanitaan dapat disebabkan karena adanya kontak dengan bahan-bahan kimia. Bagi wanita yang sensitif maka kontak dengan bahan kimia tertentu akan mengalami iritasi. Bahan kimia penyebab iritasi tersebut biasanya terdapat pada sabun, kondom, pembalut, atau tisu.

Keputihan

Keputihan atau yang dalam dunia kedokteran disebut dengan Fluor albus sebenarnya merupakan hal yang kerap terjadi pada wanita. Yang harus dipahami ialah bahwa keputihan terbagi menjadi 2 jenis, yaitu keputihan normal / fisiologi dan keputihan patologis.

Keputihan fisiologis disebabkan oleh faktor – faktor hormonal, sehingga tidak menyebabkan gangguan serius. Sedangkan keputihan patologis disebabkan karena adanya infeksi. Keputihan patologis inilah yang sering menimbulkan gangguan berupa rasa gatal dan bau pada daerah kewanitaan.

Keputihan patologis dapat terjadi antara lain karena adanya infeksi jamur/kandidiasis vagina dan juga karena vaginosis bakteri.

Infeksi jamur atau kandidiasis vagina terjadi karena tumbunya jamur pada daerah kewanitaan. Infeksi ini akan mudah menyerang saat wanita mengalami kehamlan, menggunakan antibiotik, atau saat kekebalan tubuhnya sedang menurun.

Penyebab keputihan berikutnya yaitu Vaginosis bakteri terjadi karena bakteri jahat berkembang dalam jumlah melebihi bakteri baik dalam daerah kewanitaan.

Lichen sklerosis

Lichen sklerosis ialah bercak putih yang timbul pada kulit di sekitar daerah kewanitaan. Hal ini biasa dialami oleh wanita yang telah memasukimasa menopause.

Pra-kanker

Gatal dan bau yang timbul pada daerah kewanitaan juga bisa menjadi gejala adanya penyakit yang serius. Misalnya penyakit kanker.

Trichomoniasis

Trichomoniasis merupakan salah satu penyakit menular seksual. Penyebabnya ialah adanya parasit protozoa yang akan sangat mudah ditularkan karena adanya kontak pada vagina. Kondisi ini akan menyebabkan daerah kewanitaan terasa gatal dan panas serta mengeluarkan bau yang tidak sedap.

Stres

Stress yang dialami seseorang akan menyebabkan terganggunya sistem kekebalan tubuh. Hal tersebut tentu saja akan berpengaruh juga terhadap kesehatan organ kewanitaan. Wanita yang mengalami stress kerap merasakan keluhan gatal dan juga bau pada daerah intimnya.

Cara Menghilangkan Gatal dan Bau Pada Daerah Kewanitaan

Cara Menghilangkan Gatal dan Bau Pada Daerah Kewanitaan

Gatal dan bau pada daerah kewanitaan tentu sangat mengganggu aktifitas sehari – hari. Oleh karena itu para wanita harus mencari cara untuk menghindari dan menghilangkan gatal dan bau pada daerah kewanitaan. Berikut Cara Menghilangkan Bau dan Gatal pada Miss V atau Daerah Kewanitaan.

Cara mencegah gatal dan bau pada daerah kewanitaan:

Jaga daerah kewanitaan agar tetap kering. Keadaan daerah kewanitaan yang terlalu lembab akan menyebabkan bakteri lebih mudah berkembang.

Gunakan celana dalam yang terbuat dari bahan menyerap keringat seperti bahan katun. Ganti celana dalam anda lebih sering jika anda melakukan banyak kegiatan yang banyak menghasilkan keringat.

Hindari penggunaan tisu, pantyliner atau pembalut yang menggunakan pewangi. Bahan kimia yang kontak dengan daerah kewanitaan akan menyebabkan iritasi dan juga berisiko menyebabkan alergi.

Kurangi penggunaan cairan pembersih organ kewanitaan. Cairan pembersih organ kewanitaan seringkali memiliki ph yang tidak sesuai dengan kondisi vagina. Hal tersebut tentu saja akan merusak jumlah bakteri baik yang ada dan berkembang.

Jika anda merasa kurang nyaman dengan bau yang timbul pada organ keanitaan anda, anda bisa menggunakan cairan pembersih kewanitaan sesekali. Pilih yang memiliki ph sesuai, yaitu 3,5 – 4.

REKOMENDASI : Cara Menghilangkan Bau dan Gatal pada Miss V atau Daerah Kewanitaan dengan Ladyfem dan TDM.

Bersihkan organ kewanitaan anda dengna menggunakan air biasa. Sering membersihkan organ kewanitaan dengan sabun akan membua organ kewanitaan menjadi kering dan membuat rasa gatal semakin parah.

Setelah buang air besar ataupun kecil, bersihkan organ anda dengan arah dari depan ke belakang. Jika anda mencuci dari belakang ke depan, dikhawatirkan kotoran, kuman dan bakteri justru akan berpindah ke vagina.

Saat menstruasi, ganti pembalut anda sesuai kebutuhan. Jika sudah merasa kurang nyaman segera ganti pembalut anda. Kondisi pembalut yang penuh darah menstruasi akan membuat tingkat kelembapan meningkat.

Hindari hubungan seksual saat vagina masih terasa gatal dan mengeluarkan bau.

Hindari menggaruk daerah kewanitaan anda meskipun rasa gatal menyerang. Lebih baik cuci daerah kewanitaan anda dengan air bersih, kemudian keringkan menggunakan handuk lembut.

Hindari penggunaan rok atau celana ketat. Busana yang ketat akan meningkatkan kelembapan pada organ kewanitaan anda. Juga akan menyebabkan keputihan.

Ganti pakaian dalam dan juga celana anda setelah berolahraga.

Menghilangkan gatal dan bau pada daerah kewanitaan

menghilangkan gatal dan bau pada daerah kewanitaan

Jika rasa gatal dan juga bau pada daerah kewanitaan tak kunjung hilang, segera temui dokter. Dokter akan memeriksa lebih lanjut mengenai penyebab dari rasa gatal dan juga bau yang anda alami. Dengan demikian rasa gatal dan juga bau yang timbul akan bisa diobati dengan segera.

Jika rasa gatal dan bau yang timbul pada daerah kewanitaan disebabkan oleh infeksi menular seksual, maka dokter akan memberikan antibiotik sebagai langkah penanganan.

Jika rasa gatal dan bau yang timbul pada daerah kewanitaan disebabkan oleh jamur pada vagina, dokter akan menanganinya dengan obat anti jamur. Obat anti jamur tersebut bisa diberikan dengan cara diminum atau dioles berupa krim khusus vagina.

Jika rasa gatal dan bau yang timbul pada daerah kewanitaan disebabkan oleh alergi maka dokjter akan menyarankan untuk mengatasi dengan obat-obatan antihistamin.

Selain itu ada beberapa cara tradisional untuk menghilangkan rasa gatal dan bau pada daerah kewanitaan. Yaitu dengan menggunakan daun sirih dan bawang putih.

Daun sirih terbukti dapat menghilangkan gatal dan bau tidak sedap di organ kewanitaan. Khasiat daun sirih sebagai antiseptik juga akan membantu membunuh kuman serta bakteri yang menjadi sumber enyebab dari keputihan.

Caranya, rendam beberapa daun sirih ke dalam air panas. Biarkan selama kurang lebih 1 jam. Basuh daerah kewanitaan anda dengan air rendaman sirih tersebut 2 kali sehari.

Bawang putih juga sangat baik untuk mengobati gatal dan bau di kewanitaan. caranya, haluskan bawang putih dan campur dengan air hangat. Gunakan air campuran tersebut untuk membasuh daerah kewanitaan anda. Kemudian basuh kembali dengan air bersih. Gunakan secara rutin.

Demikianlah sedikit penjelasan mengenai gatal dan bau pada daerah kewanitaan serta Cara Menghilangkan Bau dan Gatal pada Miss V atau Daerah Kewanitaan.

Terimakasih dan jangan lupa untuk komentar dan share artikel ini.
Salam LanjutTerus.com

GRATIS! 1 Box Foredi atau 1 Box TDM

Hanya untuk 2 orang beruntung akan diinfokan melalui email, Daftarkan email anda dibawah ini :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *