Obat Keputihan, Gejala, dan Cara Mengobatinya

By | 31 March 2017

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai Obat Keputihan, Gejala, dan Cara Mengobatinya, Wanita dan kebersihan merupakan dua hal yang berkaitan erat. Terutama untuk hal kebersihan anggota tubuh, menjadi satu poin penting yang tidak bisa dilepaskan dari citra seorang wanita.

Kebersihan tubuh identik sekali dengan kaitannya terhadap kecantikan dan kesehatan. Semua anggota tubuh pada wanita harus mendapatkan perlakuan yang serupa jika terkait dengan kebersihan. Terlebih lagi pada area vital wanita. Bagian ini merupakan bagian yang cukup sensitif dan harus sangat diperhatikan tingkat kebersihannya.

Obat Keputihan, Gejala, dan Cara Mengobatinya

Obat Keputihan, Gejala, dan Cara Mengobatinya

Salah satu penyakit atau dampak dari tidak teraturnya penjagaan kebersihan pada organ vital wanita, adalah keputihan. Biasanya ini merupakan jenis gangguan yang hampir oleh semua wanita dirasakan. Jika terjadi dalam sewaktu-waktu saja mungkin tidak akan berpengaruh begitu besar dan tidak akan terlalu mengganggu, akan tetapi jika keputihan tersebut terjadi dalam waktu yang lama dan dalam volume yang cukup besar, tentu yang timbul adalah gangguan serta ketidaknyamanan.

Rekomendasi : Atasi keputihan dengan Ladyfem.

Oleh sebab itulah, mengetahui obat keputihan, gejala, dan cara mengatasinya merupakan tiga langkah yang penting. Di bawah ini akan dibahas satu per satu mengenai obat keputihan, gejala, dan cara mengatasinya. Untuk langkah pertama, mari sama-sama ketahui apa saja gejala yang mengindikasikan terjadinya gangguan pada alat kelamin wanita, yaitu keputihan.

Gejala Keputihan Normal dan Berbahaya

Gejala Keputihan Normal dan Berbahaya

Gejala keputihan sendiri dipisahkan menjadi dua gejala, yaitu gejala keputihan normal dan gejala keputihan berbahaya. Adapun gejala dari keputihan normal adalah:

– Keputihan normal ini dapat dialami oleh bahkan bayi perempuan yang baru lahir. Bayi perempuan ini akan mengalami pengeluaran cairan yang diakibatkan oleh pengaruh hormon yang dihasilkan oleh plasenta atau uri.

– Gejala keputihan normal selanjutnya menyerang gadis muda. Biasanya sebelum masa pubertas, keputihan akan terjadi dengan sendirinya, namun juga akan berhenti dengan sendirinya pula.

– Gejala keputihan normal tidak akan menyebabkan terasanya gatal pada sekitar alat kelamin wanita. Keputihan ini biasanya ditengarai oleh adanya daya tahan tubuh yang lemah dan tubuh yang terlalu lelah. Sebagian besar cairan keputihan tersebut bisa berasal dari leher rahim, sebagian lagi berasal dari vagina yang terinfeksi atau alat kelamin luar.

– Terakhir, keputihan normal juga ternyata terjadi pada ibu hamil. Penyebabnya adalah perubahan hormonal selama masa kehamilan. Saat hamil, aliran darah meningkat ke daerah kewanitaan dan menyebabkan cairan vagina semakin meningkat. Cairan ini berperan dalam dua hal, pertama mencegah penyebaran infeksi daerah intim ke daerah rahim dan kedua infeksi pada daerah intim jika kebersihan tidak baik. Infeksi ini biasanya terjadi karena pada saat hamil, wanita kesulitan membersihkan alat kelaminnya.

Beralih pada gejala keputihan berbahaya, yaitu:

– Cairan keputihan berbahaya mengeluarkan bau yang tidak sedap, menyengat, anyir, amis, dan menimbulkan rasa gatal.
– Cairan keputihan tidak normal berjumlah banyak.
– Pada penderita tertentu, selain dari rasa gatal yang disebabkan oleh keputihan, penderita juga akan merasakan adanya iritasi.

Setelah mengetahui apa saja perbedaan dari gejala keputihan normal dan gejala keputihan tidak normal. Langkah selanjutnya yang harus wanita ketahui adalah apa saja obat atau tindakan yang bisa dilakukan guna mengatasi atau mencegah terjadinya keputihan berbahaya seperti di atas.

Menjaga kebersihan organ vital wanita merupakan hal yang amat penting. Namun, ternyata seperti itu saja tidak cukup. Wanita harus mengerti beberapa hal di bawah ini guna menjaga kebersihan vagina dan menghindarkan dirinya dari gejala keputihan berbahaya.

Obat Keputihan dan Cara Mengobatinya

Obat Keputihan dan Cara Mengobatinya

Berikut beberapa tips Obat Keputihan, Gejala, dan Cara Mengobatinya yang bisa anda terapkan :

Rekomendasi : Atasi keputihan dengan Ladyfem.

1. Menjaga kebersihan pakaian. Baik pakaian dalam maupun pakaian luar, keduanya memiliki interaksi langsung dengan kulit wanita. Terlebih lagi untuk pakaian dalam, wanita memang sangat dianjurkan untuk rajin mengganti pakaian dalam yang dikenakan. Mengusahakan agar pakaian dalam wanita selalu terlihat bersih dan nyaman adalah keharusan yang mesti dilakukan oleh wanita agar terhindar dari keputihan berbahaya.

2. Hindari penggunaan cairan pembersih vagina. Dewasa ini sudah banyak disebarluaskan mengenai beredarnya cairan pembersih vagina dengan bergabai merek dan khasiat. Namun, ternyata bagaimanapun cairan pembersih vagina yang diperjualbelikan tersebut tetaplah mengandung bahan kimia dan bisa berdampak kurang baik untuk vagina.

3. Gunakan cuka sari apel. Cuka sari apel ini memiliki khasiat untuk membantu vagina mendapatkan tingkat keseimbangan pH yang sesuai. Cuka sari apel juga berperan penting dalam meningkatkan jumlah bakteri baik serta mengurangi resiko vagina akan berbau tidak sedap oleh sebab bakteri. Cara yang harus dilakukan adalah campurkan cuka sari apel bersama dengan madu ke dalam air mineral, lalu minumlah ramuan tersebut.

4. Memanfaatkan rebusan daun sirih. Daun sirih memang dikenal memiliki manfaat sebagai penangkal keputihan. Alih-alih menggunakan racikan daun sirih yang bercampur dengan bahan kimia, cobalah untuk merebus sendiri daun sirih tersebut. Anda bisa merebus satu atau dua gelas air dengan daun sirih, lalu menyaringnya, dan mendapatkan air rebusan daun sirih tersebut untuk dikonsumsi dengan cara diminum.

5. Mencoba air rebusan beras putih. Mungkin terdengar aneh, namun memang kandungan air rebusan beras putih ini memiliki khasiat untuk meningkatkan jumlah bakteri baik dan mengatasi rasa tidak nyaman sebab keputihan. Cara yang harus Anda lakukan adalah dengan merebus beras dan mengambil air rebusan tersebut, tambahkan madu agar khasiat untuk mengatasi keputihan semakin ampuh. Di samping itu juga madu bisa menjadi penawar rasa hambar dari air rebusan beras tersebut.

6. Konsumsi sayuran hijau. Untuk Anda yang tidak menyukai sayuran, mulai saat ini harus mencoba untuk menyukai makanan hijau satu ini. Selain manfaatnya yang selalu disebut-sebut berguna untuk kesehatan, sayuran juga memiliki peran besar dalam mengatasi terjadinya keputihan. Sayuran-sayuran seperti bayam, asparagus, kale, dan kubis memiliki peran sebagai sayuran hijau yang mengandung sejumlah zat senyawa seperti zat klorofil alami, zat besi, dan vitamin serta mineral yang lengkap. Zat-zat tersebut berperan sebagai peningkat daya tahan tubuh. Dengan daya tahan tubuh yang baik, tubuh akan terhindar dari berbagai penyakit sebab bakteri, seperti keputihan.

7. Minum banyak air mineral. Kekurangan cairan disebabkan oleh sedikitnya minum. Jika hal ini sudah terjadi, ujung-ujungnya akan berdampak pada dehidrasi. Namun, ternyata di samping sebagai memenuhi cairan tubuh, mengonsumsi air mineral juga berperan penting dalam mencegah terjadinya keputihan. Siapa sangka ternyata dengan langkah sederhana, yaitu rutin mengonsumsi air mineral saja bisa menimbulkan banyak hal besar, seperti keluarnya racun dari tubuh, keseimbangan pH, meningkatkan jumlah bakteri baik, dan mengatasi penumpukan jumlah bakteri serta virus yang bisa sewaktu-waktu menyerang vagina.

Itulah berbagai hal yang terkait dengan obat keputihan, gejala, dan cara mengobatinya. Tiga hal tersebut penting untuk diketahui wanita. Sebab kebersihan adalah pangkal dari kesehatan. Wanita yang peduli dengan dirinya sendiri tentu akan menebarkan aura kebaikan bagi orang di sekitarnya pula.

Sekian mengenai artikel Obat Keputihan, Gejala, dan Cara Mengobatinya, semoga bermanfaat dan membantu anda mengatasi berbagai penyakit kewanitaan 🙂

Salam LanjutTerus.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *