Penyebab Kista Pada Wanita dan Cara Penyembuhannya

By | 2 April 2017

Pada kesempatan ini kita akan membahas mengenai Penyebab Kista Pada Wanita dan Cara Penyembuhannya, tak lupa diartikel sebelumnya juga sudah kita bahas tentang Cara Merapatkan Miss V dan Daerah Kewanitaan.

Penyebab Kista Pada Wanita dan Cara Penyembuhannya

Penyebab Kista Pada Wanita dan Cara Penyembuhannya

Penyebab kista pada wanita dan cara penyembuhannya wajib diketahui oleh para wanita sejak dini mengingat saat ini jumlah penderita penyakit kista semakin hari semakin meningkat. Semakin awal kita tahu penyebab kista pada wanita dan juga cara mengatasinya, maka kita akan semakin berhati-hati dan tahu cara mengantisipasi agar tidak sampai terserang gangguan fisik yang satu ini.

Selain itu, bagi wanita yang sudah mengidap kista akan bisa lebih waspada dan senantiasa melakukan tindakan pencegahan dan juga pengobatan yang tepat. Sudah banyak wanita yang ditakdirkan mengidap penyakit ini. Untuk itu, bekali diri Anda dengan pengetahuan mengenai kista sejak dini agar Anda tidak menjadi bagian dari penderita kista yang merupakan musuh besar wanita.

Pada kesempatan kali ini kita akan kupas lebih jauh mengenai penyebab kista pada wanita dan cara penyembuhannya. Sebagai pengantar kita akan membahas definisi serta gejala kista ovarium yang dialami pasien.

Definisi Kista Ovarium

Definisi Kista Ovarium

Kista ovarium merupakan kantong yang didalamnya berisi cairan yang terbentuk dalam ovarium. Wanita mempunyai 2 ovarium atau yang biasa disebut indung telur. Ukurannya sebesar biji kenari dan merupakan bagian dari sistem reproduksi pada wanita.

Adapun fungsi dari ovarium adalah untuk memproduksi sel telur secara rutin setiap bulannya yang masih ada kaitannya dengan proses menstruasi yang terjadi pada wanita. Selain itu, ovarium juga berfungsi memproduksi hormone progesteron dan estrogen.

Ada cukup banyak gangguan yang terjadi pada ovarium dan kista adalah salah satu jenis gangguan yang terjadi pada organ wanita yang satu ini. Kista secara garis besar dibagi 2, yaitu kista fungsional dan kista patologis. Kista fungsional adalah bagian dari siklus menstruasi yang tidak berbahaya dan bisa hilang secara otomatis.

Ini berarti setiap sebulan sekali kita para wanita akan mengalami kista fungsional. Sedangkan kista patologis di dalamnya mengadung sel yang tidak normal dan sebagian kecil darinya berpotensi menyebabkan kanker jika tidak segera ditangani. Inilah kista yang membahayakan dan berpotensi memicu kanker ganas.

Gejala Kista Ovarium

Gejala Kista Ovarium

1. Pendarahan yang lebih banyak saat menstruasi.
2. Siklus mens tidak teratur, sulit hamil, nyeri pada bagian tulang punggung.
3. Nyeri saat berhubungan intim
4. Sering buang air kecil
5. Sulit buang air besar.
6. Mual dan muntah, payudara lebih sensitif utamanya saat sedang hamil.
7. Perut kembung
8. Proses pencernaan tidak lancar seperti biasa.
9. Cepat kenyang dan perut terasa penuh.
10.Pusing atau limbung.
11.Komplikasi seperti torsi ovarium dimana kista yang telah membesar menyebabkan posisi ovarium bergeser dan berpotensi terpelintir. Kista pecah akan menyebabkan pendarahan luar biasa di perut.
12.Ada sebagian wanita yang tidak mengalami gejala apapun, biasanya ini dirasakan oleh wanita yang telah memasuki fase menopause.
13.Pembesaran pada perut bagian bawah baik kanan atau kiri
14.Demam atau meriang
15.Nafas terengah-engah.

Penyebab Kista Ovarium

Penyebab Kista Ovarium

Penyakit kista ovarium dipicu oleh beberapa faktor sebagai berikut, diantaranya adalah:

1. Faktor hormonal

Kista fungsional yang terjadi selama masa menstruasi bisa hilang secara sendirinya. Kista ini muncul sebagai pengaruh hormonal ataupun penggunaan obat untuk mengstimulus ovulasi.

2. Endometriosis

Perempuan dengan endometriosis berpengaruh mengalami kista ovarium jenis endometrioma. Ini karena jaringan endometriosis yang dimilikinya menyebar hingga sampai ke ovarium lalu tumbuh di organ tersebut. Gejala tumbuhnya kista ini adalah hubungan intim yang menyakitkan. Tidak hanya itu, nyeri saat menstruasi pun tidak seperti biasanya.

3. Faktor pregnancy

Biasanya kista ovarium berkembang pada awal mula kehamilan. Tujuannya adalah untuk membantu pregnancy hingga terbentuk plasenta. Terkadang, kista tetap ada dalam rahim meski proses melahirkan telah dilalui.

4. Faktor infeksi

Infeksi panggul yang parah bisa menyebar ke tuba fallopi dan juga ovarium yang memicu terbentuknya kista ovarium.

Cara Mengobati Kista Ovarium

Cara Mengobati Kista Ovarium

REKOMENDASI : Penyebab Kista Pada Wanita dan Cara Penyembuhannya dengan Ladyfem.

Sebelumnya, pihak medis akan melakukan diagnosa untuk menentukan apakah wanita tersebut mengalami kista ovarium ataukah tidak. Diagnosa dilakukan dengan melakukan pemeriksaan atas panggul. Pemeriksaan fisik ini dilakukan secara langsung untuk mengetahui apakah terdapat benjolan ataukah pembengkakan pada area perut.

Pemeriksaan dilanjutkan dengan USG yang bertujuan untuk memberikan konfirmasi visual dengan memanfaatkan teknologi gelombang suara. Selain itu, pemeriksaan lain yang bisa dimanfaatkan adalah CT scan untuk mengetahui penampang internal tubuh dan MRI yang memanfaatkan medan magnet untuk mencitrakan gambaran organ internal pasien yang bersangkutan.

Biasanya kista yang diderita pasien bisa hilang dengan sendirinya dalam hitungan minggu atau bulan. Dokter yang menangani tidak akan langsung memberikan tindakan pengobatan atau menginstruksikan operasi melainkan melakukan tes ulang USG setelah beberapa minggu atau bulan berjalan.

Adapun cara pengobatan kista ovarium yang biasa di tempuh adalah:

1. Pil KB

Pil KB berfungsi untuk menghentikan proses ovulasi yang terjadi setiap bulan pada wanita. Biasanya pemberian tindakan ini dilakukan pada saat kista ovarium timbul berulang kali dalam durasi waktu tertentu. Selain Pil KB, penggunaan kontrasepsi oral juga disarankan untuk meminimalisir risiko munculnya kanker ovarium. Pada wanita menopause, risiko timbulnya kanker ovarium lebih tinggi.

2. Laparoskopi

Langkah kedua yang bisa ditempuh untuk mengatasi kista ovarium adalah dengan tindakan laparoskopi. Laparoskopi dilakukan khususnya ketika ditemukan kista dengan ukuran kecil yang disertai dengan kanker. Laparoskopi atau operasi pengangkatan kista dimulai dengan membuat sayatan kecil di sekitar pusar kemudian benda kecil akan dimasukkan dalam perut untuk mengangkat kistanya.

3. Laparotomi

Jika kista sudah berukuran besar, maka tindakan medis yang dilakukan adalah laparotomi. Dokter akan membuat sayatan besar di daerah sekitar pusar lalu melakukan tindakan biopsi secara langsung. Jika ternyata kista tersebut adalah kanker tindakan yang dilakukan adalah histerektomi untuk melakukan pengangkatan ovarium dan rahim sekaligus agar kanker tidak menyebar.

Tindakan pencegahan yang dilakukan

cara mencegah kista

Tindakan pencegahan yang bisa dilakukan untuk mencegah timbulnya atau parahnya kista ovarium yang dialami adalah dengan cara melakukan pemeriksaan ginekologi secara rutin setiap sebulan sekali. Pemeriksaan ini akan membantu mempermudah mendeteksi ovarium sejak awal.

Dengan melakukan pemeriksaan ginekologi secara rutin kista bisa ditangani dengan baik. Tindakan pencegahan sejak dini sangat disarankan untuk dilakukan sebab kanker ovarium yang mematikan secara fisik hampir sama dengan kista ovarium jinak yang tidak berbahaya. Usahakan untuk memberikan informasi sebagai berikut ke pada pihak medis:

  • Nyeri panggul yang dialami
  • Terjadinya perubahan siklus menstruasi
  • Nafsu makan berkurang
  • Perut penuh dan perlahan membesar
  • Berat badan menurun drastic.

Sebagai wanita tentunya kita tidak ingin diresahkan dengan munculnya penyakit kista yang terjadi pada wanita. Untuk alasan itulah, mengetahui penyebab kista pada wanita dan cara penyembuhannya sejak dini sangatlah penting demi kesehatan fisik masing-masing.

REKOMENDASI : Penyebab Kista Pada Wanita dan Cara Penyembuhannya dengan Ladyfem.

Sekian mengenai artikel Penyebab Kista Pada Wanita dan Cara Penyembuhannya, semoga bermanfaat jangan lupa untuk komentar dan share artikel ini.

Salam LanjutTerus.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *