');

JNE Support UMKM, Jalin Kolaborasi

Ikut Support UMKM, JNE Jalin Kolaborasi. Kita sekarang bisa sedikit lega ya karena pandemi yang melanda negeri ini tidak se-masif antara tahun 2020-2021. Dimana peraturan ketat saat itu harus dijalankan terkait penyebaran virus covid 19. Bahkan semua aktivitas mandeg karena harus work from home, learn from home juga terjadi PPKM dimana-mana.

Kini masa-masa pahit itu telah berlalu, meski belum hilang betul virus itu. Tapi setidaknya dengan meratanya vaksin 1, vaksin 2 dan booster bisa merapatkan pergerakan virus mematikan. Masyarakat sudah sedikit bebas melanjutkan aktivitas, baik dalam bekerja, menuntut ilmu maupun berbisnis.

Perekonomian mulai menggeliat lagi seiring kondisi yang mulai stabil. UMKM yang terdampak pandemi pun mulai ancang-ancang lagi untuk mengembangkan usahanya yang mulai jalan kembali.

Dampak Positif dan Negatif Pandemi pada UMKM

Sejak pandemi meringsek Indonesia, semua usaha bergelimpangan. Banyak unit usaha gulung tikar, perusahaan mengurangi tenaga kerja. Sehingga dimana-mana terjadi pengangguran yang makin memperparah ekonomi masyarakat.

Tapi dibalik Pandemi itu ternyata ada sisi yang mau tidak mau harus diakui sebagai hasil dari masa “kritis” itu. Ternyata pandemi telah mentransformasi lebih dari 17,5 juta UMKM di Indonesia
untuk mengenal kanal digital. Mereka memanfaatkan berbagai lini media sosial sebagai sarana
pemasaran.

Tentu ini bisa dibilang sisi “positif” dari pandemi. Karena sebelum pandemi masih banyak UMKM yang menjalankan bisnis secara manual dan konvensional. Yes, mereka berbisnis tanpa melibatkan media sosial sebagai alat untuk mengembangkan jangkauan usaha.

Pandemi membuat banyak UMKM jadi melek digital marketing. Mereka banyak menimba ilmu dari banyak pihak saat tidak bisa full konsentrasi menjalankan usaha karena terhalang kondisi. Ataupun tetap menjalankan usaha tapi tidak mendatangkan karena pandemi.

Goll Aborasi Bisnis Online Bersama JNE

Jaman now ada pendapat umum, kalau berbisnis sudah tidak lagi memandang kompetitor. Maksudnya ada terobosan baru yang bisa menghasilkan lebih banyak dengan cara berkolaborasi dengan pihak lain.

Seperti pegiat UMKM Cilegon pun ternyata melakukan terobosan baru
melalui kolaborasi. Mereka tidak hanya melibatkan UMKM saja, tapi berkolaborasi dengan melibatkan sektor ekspedisi. Karena pegiat UMKM Cilegon dalam menjalankan bisnisnya membutuhkan jasa pengiriman.

JNE Express yang ingin membantu UMKM pun merespon dengan baik. Tergerak untuk mensupport akhirnya JNE menggelar acara bertajuk JNE Ngajak Online 2022, Goll..Aborasi Bisnis Online Kota Cilegon.

JNE Support UMKM

Herry Herbowo selaku Branch Manager JNE Cilegon mengatakan JNE menggelar JNE Goll..Aborasi Bisnis online dalam rangka mendukung para UMKM. Harapannya dengan adanya acara JNE Goll..Aborasi Online ini, bisa menjadi inspirasi untuk para
UMKM dan banyak pihak.

Pelaku UMKM Berbicara di Goll…Aborasi Online

Acara yang diinisiasi JNE yang memiliki tagline Connecting
Happiness ini menghadirkan dua pelaku UMKM. Mereka adalah Farah Kartika Sari selaku owner IKM Permata (sandal hotel Cilegon) dan Linda Yuli Yani selaku Owner ELYECRAFT.

JNE Support UMKM

Kartika bercerita, berbagai kesulitan dihadapi dirinya. Termasuk diantaranya omzet penjualan produknya yang mengalami penurunan drastis saat pandemi.

Menurut Kartika, pandemi sangat menghambat usahanya. Sehingga covid 19 membuat dirinya
memutar otak, bagaimana agar usahanya tetap berjalan. Kartika mengakui salah satu upayanya dengan bersosial media dan
e-commerce. Termasuk menggunakan JNE sebagai ekspedisi untuk pengirimannya.

“Kami sebagai UMKM manfaatkan JNE sebagai sarana untuk mengembangkan bisnis,” kata Kartika. Selain itu, pihak UMKM juga berkolaborsasi agar usaha mereka di masa pandemi bisa stabil kembali.

Sebagai sosok yang bergerak di industri perhotelan, Kartika menilai pentingnya mampu menjalin
hubungan kepada para customer. Salah satunya dengan memberi reward sehingga kastamer bisa loyal terhadap at produk mereka.

Sedangkan Linda Yuli Yani sepakat
bahwa media sosial berperan penting pada kesuksesan UMKM. “Hampir semua bisnis dari
mikro dan makro terkena dampak dari pandemi. Dulu sehari kami bisa mendapatkan order 40-80
paket. Saat pandemi produk kami hanya terjual 4 paket”, kata Linda.

Linda menguraikan saat masyarakat heboh mencari masker pihaknya mencoba membuat konektor masker untuk hijab. Kami menjual di
marketplace, Instagram dan Facebook sehingga omzet-pun bisa melejit.

Linda juga memberikan tips and trik untuk para UMKM agar sukses dalam bisnisnya.
“Jangan malas untuk buat konten. Kita harus memiliki diferensiasi dan tentunya original. Dan jangan anggap kompetitor jadi lawan, tetapi jadikan motivasi bahkan teman kolaborasi”, tandasnya.

Support UMKM, JNE Jalin Kolaborasi

Dengan niat membantu UMKM agar terus berkembang, JNE Cilegon meluncurkan beberapa
program untuk para UMKM dan masyarakat sekitar.

“JNE itu perusahaan yang didirikan oleh anak bangsa dan mengusung tagline Connecting
Happiness”, kata Herry. Jadi pihaknya tidak hanya mengantar saja, tapi juga memberikan kesempatan kolaborasi bagi UMKM setempat.

Seringkali JNE Cilegon melakukan program CSR seperti pembangunan rumah, wakaf Al
Quran, memberikan bantuan saat ada bencana, bahkan yayasan asrama.

Disisi lain JNE Cilegon terus berupaya untuk mampu meningkatkan penjualan para UMKM di Cilegon. Diantaranya mengadakan
kegiatan Goll..Aborasi, seperti trading house, digital marketing,
serta lainnya.

JNE Goll..Aborasi Bisnis Online Kota Cilegon merupakan kota ke-sembilan dari gelaran webinar
JNE Ngajak Online 2022. JNE akan adakan Goll…Aborasi Bisnis Online
di 60 kota di seluruh Indonesia pada tahun ini. Setelah Kota Cilegon dilanjut ke Pasuruan. Semoga sukses dan lancar ya…

Tinggalkan komentar